KEADILANNEWS.com | Polda Bali mengamankan delapan pengecer Pertalite yang diduga memanfaatkan krisis BBM untuk mencari keuntungan.
Para pelaku membeli Pertalite di SPBU, kemudian menampungnya dalam botol plastik sebelum dijual kembali dengan harga mencapai Rp 200 ribu per botol.
"Para pelaku mendapatkan BBM dengan cara membeli BBM jenis Pertalite di SPBU dengan kendaraan, kemudian disedot dan ditampung dengan wadah botol plastik," ujar Wadirreskrimsus Polda Bali AKBP Chandra C. Kesuma dikutip dari Instagram@poldabali, Senin (19/10/2026).
Delapan pelaku tersebut diamankan oleh sejumlah Polres jajaran Polda Bali. Polresta Denpasar mengamankan empat pelaku berinisial AK, AD, FR dan MM.
Sementara itu, Polres Tabanan menangkap dua pelaku berinisial RV dan WS. Dua pelaku lainnya, NH dan AE, diamankan oleh Polres Gianyar.
Dari penindakan tersebut, polisi menyita sembilan jeriken berkapasitas 30 liter yang terisi Pertalite.
Polisi juga mengamankan Pertalite yang telah dikemas dalam 28 botol plastik berukuran 1,5 liter dan 1 liter.