Kesesuaian waktu dan lintasan itu memperkuat dugaan bahwa benda yang ditemukan di perkebunan sawit merupakan bagian dari roket ZhuQue-2E.
Roket China ZhuQue-2E Membawa Satelit
ZhuQue-2E merupakan roket peluncur satelit yang dikembangkan perusahaan antariksa komersial China, LandSpace, dengan teknologi bahan bakar metana cair dan oksigen cair.
Menurut informasi peluncuran yang dirujuk BRIN, roket ZhuQue-2E Y4 diluncurkan dari China pada 14 Oktober 2026 dengan membawa sepuluh satelit.
Setelah menjalankan misinya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit sebelum ketinggiannya berkurang akibat hambatan atmosfer.
Saat memasuki atmosfer, sebagian material dapat terbakar atau terpecah, tetapi material tertentu bisa bertahan hingga mencapai permukaan Bumi.
BRIN menegaskan analisis orbit memberikan petunjuk kuat, tetapi pemeriksaan fisik tetap diperlukan untuk memastikan identitas komponen, material, bentuk, dan penanda pada serpihan yang ditemukan.*)
Artikel Terkait
Promedia Group Perkuat Kompetensi Insan Pers Lewat Bootcamp Creator Pers
Toyota Innova Zenix Makin Canggih, Mesin hingga AC Bisa Diatur dari HP
Pertanyakan Dana Sumbangan Pendidikan Rp1,7 Triliun Low Tuck Kwong ke Singapura, Muhammad Lutfi: Kekayaan Indonesia untuk Siapa?
Toyota Hadirkan Proactive Agent Call, Pemilik Mobil Bisa Dihubungi Sebelum Meminta Bantuan