Menurutnya, kebutuhan energi di Bali tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk, tetapi juga mobilitas wisatawan, kendaraan pariwisata, transportasi umum, serta kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan industri wisata.
Karena itu, ia menilai keandalan distribusi BBM perlu mempertimbangkan karakteristik Bali sebagai tujuan wisata internasional, termasuk saat terjadi peningkatan kebutuhan pada musim liburan.
"Jangan sampai persoalan distribusi BBM yang seharusnya dapat diantisipasi justru menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu citra Indonesia di mata dunia," kata Totok.
Ia juga meminta Pertamina bergerak cepat dan transparan dalam menangani persoalan pasokan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan penanganan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan stok, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh BBM tanpa antrean panjang dan ketidakpastian.*)
Artikel Terkait
Viral! Hiu Paus Terdampar di Pantai Parangkusumo, Sempat Ditolong Warga Tapi Gagal
Antrean BBM Bali Jadi Sorotan, Anggota DPR Desak Pertamina Buka Penyebab Gangguan
Kapal Ini Tenggelam Sebelum Piramida Berdiri? Temuan 4.700 Tahun di Turki Bikin Penasaran
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Mengenal Standalone Market yang Diusulkan MSCI