Ia mendorong Pertamina memastikan pemulihan pasokan di seluruh SPBU terdampak, memperkuat armada distribusi apabila diperlukan, dan menyediakan cadangan operasional untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Menurutnya, kepastian akses masyarakat terhadap BBM harus menjadi orientasi pengelolaan energi. Ketersediaan pasokan perlu diikuti kelancaran penyaluran hingga ke tingkat konsumen.
Jangan Pertaruhkan Citra Pariwisata Bali
Totok mengingatkan bahwa gangguan BBM di Bali berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap aktivitas warga, biaya transportasi, distribusi barang, dan pelayanan kepada wisatawan.
Karena itu, perencanaan pasokan harus memperhitungkan mobilitas wisatawan, kendaraan pariwisata, transportasi umum, serta kegiatan ekonomi terkait. Kebutuhan energi Bali tidak cukup dihitung berdasarkan jumlah penduduk setempat.
“Karena itu, sistem distribusi BBM di Bali harus memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi, termasuk kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi pada musim liburan,” katanya.
Ia menegaskan kepastian pasokan turut menentukan kepercayaan wisatawan dan keberlangsungan usaha masyarakat. Pembenahan distribusi menjadi penting untuk menjaga reputasi Bali sebagai salah satu tujuan wisata internasional.
Artikel Terkait
Pesawat ATR Citilink Pecah Ban, Karding: Kami Semua Selamat
Bedah Tuntas SAE Oli Balap vs Harian: Kenapa Tidak Boleh Ditukar Perannya?
Viral! Hiu Paus Terdampar di Pantai Parangkusumo, Sempat Ditolong Warga Tapi Gagal