Namun, polisi belum dapat memastikan apakah api dari kompor saat aktivitas memasak menjadi pemicu ledakan atau terdapat sumber lain yang menyebabkan insiden tersebut.
Mengenai penyebab pasti ledakan, barang bukti yang ditemukan masih dalam proses pemeriksaan oleh tim Bidlabfor Polda Jatim.
“Untuk saat ini masih dalam proses analisa oleh tim Bidlabfor Polda Jatim,” ungkap Sukris.
“Karena itu perlu waktu, nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik,” tambah dia.
Sementara itu, ledakan keras tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, diduga berkaitan dengan kebocoran pipa dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang digunakan di restoran tersebut.
Adapun dalam perkembangan terbaru, BPBD Surabaya mencatat total 58 bangunan terdampak ledakan, dengan rincian 42 ruko dan 16 rumah hunian yang mengalami kerusakan.
Ledakan ini juga membuat 5 orang menjadi korban, terdiri dari 4 orang pria dan satu orang wanita yang langsung mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Haji.***