Dalam video itu terlihat pengantaran ayam menggunakan mobil terbuka dengan pembagian menggunakan kantong plastik, serta hanya ditutup menggunakan terpal.
Video tersebut juga menunjukkan saat di perjalanan pun sempat kehujanan.
“Dari terang ketemu gelap, udah berapa jam tuh? Bayangin. Ini ayam misal 3 jam, itu udah berkembang bakteri banyak. Pasti ayamnya juga dicuci, kalau airnya kurang bagus, itu ada bakteri E.coli, tercemar, dan ini yang bisa bikin orang sakit perut,” jelasnya.
Chef Kumink menyebut jika ada kontaminasi silang, bisa memunculkan toksin yang tetap berpotensi membuat keracunan karena meski telah dimasak, tetap aktif dan berbahaya.
“Itu bom waktu, bisa terjadi nanti. Gimana caranya tidak meledak? Ya harusnya makanan itu dijaga di rantai dingin, cold chain di bawah 5 derajat Celcius dari distribusi sampai mau di pengolahan nanti,” pungkasnya.
Hingga kini viral jadi perbincangan, belum diketahui SPPG mana yang mendapat pengantaran dengan cara seperti yang terlihat dalam video tersebut.***