Sumsel | KEADILANNEWS.com- Sejumlah wilayah di Indonesia masih berjibaku untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya di Palembang, Sumatera Selatan.
Kabut asap tebal akibat dari karhutla dikeluhkan oleh masyarakat karena tak hanya berpengaruh pada jarak pandang, juga mulai mengganggu kesehatan.
“Tolong perhatikan keselamatan warga, Pak/Bu Pemerintah. Palembang sudah sesak oleh asap Karhutla! Api terus membakar lahan dan asapnya makin mencekik paru-paru kami,” tulis salah satu warga dalam akun Threads-nya, @bil*******4 pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Utas yang lain yang dibagikan menyebut bahwa banyak anak-anak yang berobat karena batuk akibat asap.
“Palembang makin malam makin kelabu, tadi mampir ke apotek terus lihat banyak banget anak-anak yang berobat. Rata-rata batuk, sedih banget lihatnya. Bagaimana ini penanganannya buat yang terdampak?” tulis akun @sep****r
“Ini Palembang pas hari Jumat, 2 Oktober 2026. Semakin hari semakin parah, amat sangat berbahaya bagi paru-paru kami jika terus-terusan begini. Saya yang sudah dewasa pun sesak sekali karena menghirup asap, apalagi anak kecil,” ungkap @int********a
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palembang, Sumatera Selatan, mencatat 396 kejadian kebakaran sepanjang September 2026.
Dari total kejadian, sebanyak 345 kasus merupakan karhutla, sementara sisanya adalah kebakaran permukiman yang mayoritas disebabkan korsleting listrik.
Damkarmat juga mengerahkan 800 personel yang ditempatkan di delapan posko yang bekerja dalam tiga shift selama 24 jam untuk memastikan penanganan kebakaran lahan maupun permukiman.
***