Sebagian senjata tersebut merupakan peninggalan konflik 1999–2000, sedangkan sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina. Benda-benda tersebut kemudian berhasil dihimpun melalui pendekatan dan komunikasi yang dilakukan prajurit secara berkelanjutan.
Atas keberhasilan tersebut, Pangdam XV/Pattimura memberikan penghargaan kepada 35 personel jajaran Korem 152/Baabullah yang dinilai berhasil melaksanakan penggalangan senjata dari masyarakat.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui kemampuan membangun komunikasi dan kepercayaan. Pendekatan yang dilakukan secara persuasif mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk secara sukarela menyerahkan senjata, munisi, dan bahan peledak yang masih tersimpan.
Melalui jajaran Korem 152/Baabullah, TNI AD, dalam hal ini Kodam XV/Pattimura, akan terus memperkuat komunikasi dan membangun kesadaran masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga keamanan wilayah Maluku Utara.(*)
Sumber : Dispenad