“Tadi ke sekolahan dan mendapat laporan kronologi kejadian, memang ada perselisihan antara korban dan pelaku, kemudian terjadilah pemukulan,” ujar Nurkholes, dikutip dari keterangan resminya pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Adapun menurut pengakuan ibu korban, Diah Indriyanti, anaknya menerima pukulan dan tendangan dari terduga pelaku.
“Dia (MHAQ) menjawab itu setelah diperiksa sama dokter, katanya dipukul di perut, ada yang nendang pakai sepatu,” terang Diah.
“Selama sembilan hari yang sering dikeluhkan itu perut, sama seluruh badan kalau diangkat itu nangis. Korban juga sempat muntah-muntah, BAB berdarah, tak nafsu makan, serta kesulitan buang air besar,” jelasnya.
Mengenai penyelesaian kasus tersebut, polisi menyebut masih dalam tahap penyelidikan, jika ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.(*)
***