Selain menjaga pola pengisian daya yang teratur, kebiasaan saat berkendara dan tata cara mencuci kendaraan juga memegang peranan sangat besar terhadap daya tahan komponen jangka panjang.
Walaupun sepeda motor listrik yang diproduksi oleh pabrikan resmi telah dilengkapi dengan standar perlindungan ketahanan air yang ketat, pemilik tetap dianjurkan untuk tidak menerjang banjir yang terlalu dalam.
Saat mencuci motor, hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi secara langsung ke arah soket kelistrikan, pengontrol daya, serta area kompartemen baterai guna mencegah terjadinya korsleting atau korosi pada sambungan kabel.
Komponen pendukung keselamatan seperti sistem pengereman dan tekanan angin pada ban juga wajib diperiksa secara rutin sebagaimana motor konvensional pada umumnya.
Mengingat motor listrik memiliki torsi instan sejak putaran awal, keausan pada kampas rem dan tapak ban bisa terjadi sedikit lebih cepat apabila gaya berkendara tidak dijaga secara halus.
Pemeriksaan tekanan angin ban secara berkala bukan hanya menjamin keselamatan berkendara, tetapi juga membantu menjaga konsumsi daya baterai agar tidak terbuang sia-sia akibat gesekan berlebih dengan permukaan jalan.
Apabila sepeda motor listrik tidak akan digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama, simpanlah baterai dalam kondisi terisi sebagian, idealnya sekitar lima puluh hingga tujuh puluh persen, di tempat yang sejuk dan kering.
Membiarkan baterai tersimpan dalam kondisi kosong total dapat merusak sel penyimpan daya dan membuatnya sulit untuk diisi kembali di kemudian hari.
Artikel Terkait
Verifikasi Lapang Dan Penilaian Zona Integritas, Kantor Pertanahan Kab Serdang Bedagai Menyambut Kunjungan Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN
Kantor Pertanahan Sergai Terima Kunjungan BPS, Koordinasikan Pelaksanaan Sensus Pegawai
Kantor Pertanahan Kabupaten Serdang Bedagai Menerima Kunjungan Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Sumatera Utara