Saat dikonfirmasi lebih lanjut melalui pesan singkat, pemilik mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil analisis awal dari pihak mekanik bengkel resmi, kendala dipicu oleh masalah pada komponen sensor Battery Management System (BMS).
"Info dari mekanik, sensor BMS rusak dan akan diganti," ujar Cielbert saat dihubungi hari ini.
Hingga berita ini diturunkan, unit Jaecoo J5 tersebut masih dalam penanganan bengkel sejak 13 Oktober 2026. Dari hasil koordinasi dengan tim purna jual, proses pemeriksaan dan penggantian komponen dijadwalkan memakan waktu hingga 17 Oktober 2026.
Padahal, pemilik mengaku pola penggunaan kendaraan selama empat bulan terakhir tergolong wajar untuk mobilitas harian, dengan batasan kecepatan yang terjaga.
"Pemakaian normal sih. Kalau di tol biasa paling maksimal 100 km/jam, kalau lagi sepi banget 120 km/jam tapi itu jarang," jelasnya.
Kasus Pertama bagi Bengkel Resmi
Munculnya masalah pada sensor BMS pada unit berjarak tempuh relatif rendah ini menjadi perhatian tersendiri bagi jaringan purna jual setempat. Pemilik menyebutkan bahwa penanganan kendala sensor BMS pada tipe ini merupakan yang pertama kalinya ditangani oleh teknisi di lokasi tersebut.
"Gak tahu juga ya kerusakan sensor normal atau tidak, soalnya Jaecoo Pluit bilang ini kasus baru dan bengkel mereka belum pernah handle," ungkap pemilik menirukan penjelasan pihak bengkel.
Artikel Terkait
Menggebrak Pasar Global, Kawasaki Versys 900 SE LT Dibanderol Mulai Rp244,1 juta
PLN Dibawah Danantara, Danantara Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pelanggan PLN Batam
Transformasi Denza ke Danza: Strategi Cerdas BYD Amankan Pasar EV Mewah Tanah Air