Jika dugaan itu benar, artefak tersebut dapat memberikan gambaran mengenai cara pelaut kuno menyiapkan makanan selama perjalanan panjang.
Arkeolog menduga kapal itu berangkat dari pelabuhan di kawasan Levant, wilayah pesisir Mediterania timur, dan kemungkinan menuju Troya atau Pulau Kreta.
Namun, rute tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan temuan artefak dan kesamaan bentuk keramik.
Menurut Hakan Öniz, arkeolog yang memimpin penggalian bawah laut, bentuk tempayan menjadi petunjuk penting untuk memperkirakan usia kapal.
Öniz mengatakan kepada Reuters bahwa timnya memperkirakan artefak tersebut berusia sekitar 4.400–4.700 tahun.
Ia juga menyebut temuan itu membuka peluang untuk memahami hubungan perdagangan pada masa Zaman Perunggu Awal.
Artefak yang berhasil diangkat kini menjalani proses konservasi dan pemeriksaan ilmiah lebih lanjut. Para peneliti masih perlu mengkaji temuan tersebut untuk memperjelas usia, fungsi, dan kemungkinan muatan kapal.
Meski disebut berpotensi menjadi bangkai kapal tertua yang pernah ditemukan, klaim tersebut tetap perlu dipahami sebagai penilaian awal para arkeolog.
Artikel Terkait
Bedah Tuntas SAE Oli Balap vs Harian: Kenapa Tidak Boleh Ditukar Perannya?
Viral! Hiu Paus Terdampar di Pantai Parangkusumo, Sempat Ditolong Warga Tapi Gagal
Antrean BBM Bali Jadi Sorotan, Anggota DPR Desak Pertamina Buka Penyebab Gangguan