“Di Tanah Air Biru kita, kita mengangkat jejak-jejak bangkai kapal tertua di dunia,” kata Ersoy dalam unggahan di media sosialnya.
Tempayan yang ditemukan dikenal sebagai amphora, yaitu wadah keramik kuno yang biasa digunakan untuk menyimpan dan mengangkut barang. Para peneliti menduga wadah tersebut digunakan untuk membawa minyak zaitun atau anggur.
Analisis tanah liat menunjukkan bahwa tempayan itu kemungkinan diproduksi di kawasan Lembah Yordan. Bentuk serupa juga ditemukan di sejumlah situs arkeologi di Mesir, Troya, dan Kreta.
Kesamaan tersebut menjadi petunjuk bahwa masyarakat pada masa itu telah memiliki hubungan perdagangan lintas wilayah melalui jalur laut.
Ada Tempayan dengan Sembilan Tanda Misterius
Salah satu artefak menarik perhatian peneliti karena memiliki sembilan tanda pada permukaannya serta dua lubang di bagian badan wadah.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tempayan tersebut mungkin digunakan sebagai alat pengaduk untuk membuat keju atau mentega.
Artikel Terkait
Bedah Tuntas SAE Oli Balap vs Harian: Kenapa Tidak Boleh Ditukar Perannya?
Viral! Hiu Paus Terdampar di Pantai Parangkusumo, Sempat Ditolong Warga Tapi Gagal
Antrean BBM Bali Jadi Sorotan, Anggota DPR Desak Pertamina Buka Penyebab Gangguan