Sejumlah marga yang memiliki keterikatan dengan wilayah adat tersebut antara lain Kelapa, Kinambure, Saham, Kanjini, Werre, Babi, Bangau, Awi, Tumbaima, dan Mbarawa.
Adrianus berharap kebakaran segera teratasi agar api tidak meluas dan masyarakat tidak kehilangan sumber penghidupan mereka.
Hingga laporan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) diterbitkan pada Senin, luas area yang terbakar dan penyebab kebakaran belum diketahui.
Api Mengancam Ruang Hidup dan Warisan Leluhur
Kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan menjadi perhatian karena dampaknya dapat melampaui kerusakan vegetasi, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.
Dusun sagu menyediakan bahan pangan sekaligus menjadi bagian dari ruang hidup dan identitas masyarakat adat di wilayah tersebut.
Ketika kawasan itu terbakar, masyarakat berisiko kehilangan sumber pangan dan menghadapi ketidakpastian pemulihan lingkungan yang menopang kehidupan sehari-hari.