KEADILANNEWS.com | Setelah lulus dari jurusan jurnalistik, jalur yang paling sering terbayang memang melamar menjadi reporter atau bekerja di bawah naungan media besar. Jalur itu tetap sah dan menjanjikan. Hanya saja, ada pilihan lain yang jarang dipertimbangkan sejak awal, yaitu membuat media online sendiri.
Bukan berarti kamu harus langsung membangun media besar dengan tim lengkap. Media kecil dengan fokus yang jelas juga bisa menjadi ruang belajar yang berharga, di mana kamu bisa mengasah kemampuan sekaligus memahami bagaimana sebuah karya jurnalistik bekerja dari awal hingga terbit.
Tentu, keputusan untuk membangun media sendiri bukanlah hal yang bisa diambil sembarangan. Ada banyak pertimbangan, mulai dari kesiapan mental, waktu, hingga sumber daya yang dimiliki.
Namun, sebelum jauh membayangkan betapa besarnya tantangan yang akan dihadapi, ada baiknya kita melihat dulu mengapa langkah ini justru semakin relevan untuk dicoba, terutama bagi mereka yang baru saja menyelesaikan studi jurnalistik.
1. Lapangan Kerja Terbatas
Media memang masih menjadi tujuan utama banyak lulusan jurnalistik. Namun, kenyataannya tidak sebanding antara jumlah lowongan yang tersedia dengan jumlah pencari kerja yang terus bertambah. Banyak lulusan akhirnya memilih banting setir ke bidang lain, bukan karena tidak mampu, tetapi karena keterbatasan kesempatan.
Dengan membuat media online sendiri, kamu bisa membangun audiens sendiri, dan perlahan menciptakan ruang redaksi yang berbeda. Dibutuhkan konsistensi dan kemauan untuk terus belajar. Media online memungkinkan siapa saja, termasuk lulusan baru, untuk tetap eksis di dunia jurnalistik tanpa harus bergantung pada kesempatan tertentu.