daerah

Awas Karhutla! Ini Panduan Aman Berkendara Motor di Tengah Kabut Asap Tebal

Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB
jarak pandang terbatas akibat kabut asap karhutla/Foto tangkap layar instagram irwan0609_ (Lie/Promedia)

Keputusan untuk berhenti menjadi penting ketika pengendara tidak lagi dapat mengenali kondisi jalan, kendaraan lain, maupun hambatan di depannya secara memadai.

 

Jika Tidak Mendesak, Sebaiknya Tunda Perjalanan

Menurut Jusri, risiko kecelakaan tetap ada meskipun seseorang berkendara dalam kondisi normal. Ketika visibilitas menurun akibat asap tebal, risiko tersebut dapat semakin besar, baik bagi pengendara yang berpotensi menjadi korban maupun yang dapat menyebabkan kecelakaan.

 

Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk menghindari perjalanan apabila tidak benar-benar diperlukan ketika kondisi asap sedang pekat.

 

“Kalau situasi kondisi visibilitas seperti ini, asap yang tebal, kalau tidak perlu jalan atau berada di jalan maka hindarilah perjalanan tersebut,” ujar Jusri.

 

Ia juga menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan alternatif komunikasi untuk menggantikan pertemuan langsung. Misalnya, menghubungi orang yang akan ditemui melalui telepon atau WhatsApp apabila perjalanan dapat ditunda.

 

Pada akhirnya, keselamatan berkendara di wilayah terdampak karhutla tidak hanya bergantung pada keterampilan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga pada kemampuan menilai risiko dan mengambil keputusan yang tepat. Ketika jarak pandang sudah tidak memadai, menunda perjalanan merupakan pilihan yang lebih aman daripada memaksakan diri tetap berkendara.*) 

Halaman:

Terkini

TANAH KOSONG BUKAN BERARTI BEBAS DIBANGUN SEMBARANGAN

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Kabut Asap Berkurang, Momen Warga Palangka

Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:11 WIB