DENPASAR, BALI | KEADILANNEWS.com— Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Bali. Kondisi ini perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta pelayanan publik.
Kelangkaan BBM bukan sekadar persoalan antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Jika berlangsung berlarut-larut, situasi tersebut dapat berdampak pada distribusi barang, transportasi, sektor pariwisata, pelaku usaha kecil, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.
Majelis Wilayah KAHMI Bali menilai bahwa masyarakat berhak memperoleh kepastian mengenai ketersediaan BBM, penyebab terjadinya kelangkaan, serta langkah nyata yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pemerintah Diminta Bertindak Cepat dan Terbuka
KAHMI Bali mendorong Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, Pertamina, dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pasokan dan distribusi BBM di Bali.
Pemerintah juga diminta menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat apabila terjadi gangguan pasokan, kendala distribusi, atau persoalan teknis lainnya. Transparansi sangat penting agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi ketidakpastian maupun berkembangnya informasi yang belum terverifikasi.
Jangan Sampai Masyarakat Menjadi Korban