daerah

Gelombang Laut Capai 4 Meter hingga 14 Oktober, BMKG Minta Waspada

Senin, 12 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di laut yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan. (Foto: Magnific) (Lie/Promedia)

Pesisir selatan Pulau Jawa: perairan selatan Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara: perairan selatan Bali serta sejumlah perairan di Nusa Tenggara Barat.

Wilayah Banten: perairan selatan Pandeglang, perairan selatan Lebak, dan Selat Sunda bagian barat Pandeglang.

Daftar tersebut merupakan wilayah yang tercantum dalam peringatan BMKG. Masyarakat tetap perlu memeriksa pembaruan resmi karena kondisi gelombang dapat berubah mengikuti perkembangan angin dan cuaca.

 

Apa Penyebab Gelombang Tinggi?

 

BMKG menjelaskan bahwa kondisi gelombang di sejumlah perairan dipengaruhi pola dan kecepatan angin.

 

Di wilayah perairan selatan Jawa, misalnya, angin umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai sekitar 20 knot.

 

Sementara itu, di sejumlah wilayah perairan Bengkulu, kecepatan angin diprakirakan berkisar 2–25 knot. Angin yang lebih kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang dan membuat kondisi pelayaran menjadi lebih berisiko.

 

Karena itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut perlu memperhatikan informasi cuaca maritim, bukan hanya kondisi cuaca di daratan.

 

Halaman:

Tags

Terkini