daerah

Kuliah Doktoral UPN, Wamen Viva Yoga: Transmigrasi Menjadi Bagian Program Mengentaskan Kemiskinan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:43 WIB
Viva Yoga Mauladi saat menjadi narasumber ‘Kuliah Tamu Program Doktor Agribisnis’, Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, (30/9/2026).(Ist)

 

KEADILANNEWS.com | Menjadi transmigran adalah perjuangan hidup. Butuh keberanian untuk mengikuti program transmigrasi”, ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menjadi narasumber ‘Kuliah Tamu Program Doktor Agribisnis’, Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, 30/9/2026.

 

Dalam kuliah tamu dengan tema ‘Transformasi Kawasan Transmigrasi Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Lumbung Pangan Nasional’ hadir Rektor UPN Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, M.M.T., IPU; Wakil Rektor I Prof. Euis Nurul Hidayah, M.T., Ph.D; Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Sukendah, M.Sc; Wakil Rektor III Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si; para dekan, dan mahasiswa doktor.  

 

Lebih lanjut Viva Yoga menuturkan transmigran harus meninggalkan kampung halaman, sanak saudara, untuk hidup di tempat yang belum dia ketahui. Suatu perjuangan yang sangat luar biasa dan sangat berani. 

 

Wamen Viva Yoga saat member kan materi perkuliahan.(Ist/Doc)

Mereka oleh negara diberi lahan 2 hektare untuk pemukiman dan perkarangan, selebihnya untuk lahan usaha. Setelah ditempatkan, transmigran tidak dilepas begitu saja. Mereka dalam 1 hingga 1,5 tahun diberi jaminan hidup. “Nilainya bervariasi tergantung dari lokasi penempatan”, ungkapnya. “Jadi program transmigrasi ada peran negara yang sangat luar biasa”, tambahnya. Lahan yang diberikan merupakan sumber ekonomi kepala keluarga. 

 

Diakui program ini tak selamanya mulus di lapangan. Ada yang berhasil, ada pula yang memilih kembali ke daerah asal. ”Kalau mempunyai daya tahan yang kuat, transmigran akan berhasil”, tegasnya. 

Rektor UPN Prof. Dr. Ir. H memberikan cinta mata kepada viva yoga.(foto/dok)

Dicontohkan, saat dirinya berkunjung ke kawasan transmigrasi yang ada di Bungo, Jambi, ada transmigran yang sukses dari mengelola perkebunan sawit. Setelah 10 tahun menjadi transmigran, ia tidak hanya berkecukupan dalam hidup namun hingga mampu menyekolahkan anaknya keluar negeri. “Ia mengatakan alhamdulillah Pak, saya tidak tergoda untuk pulang”, ujar Viva Yoga. Menurut pengakuan transmigran yang sukses itu, mereka yang kembali ke asal nasibnya tidak berubah, kembali menjadi pengangguran.

 

Di sinilah Viva Yoga menyebut transmigrasi berperan serta untuk untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

Halaman:

Terkini

Polisi Masuk Kampus, Ajak Mahasiswa Lawan Narkoba

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:50 WIB