Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ketersediaan stok di tingkat depo tidak selalu berarti masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah di setiap SPBU.
Di tengah situasi ini, penjualan bensin eceran dapat menjadi alternatif bagi pengendara yang kehabisan bahan bakar.
Namun, harga yang tidak wajar berpotensi memberatkan warga maupun wisatawan yang membutuhkan BBM untuk melanjutkan perjalanan.
Harga Bensin Eceran Perlu Diawasi
Peredaran bensin eceran dengan harga tinggi juga memunculkan pertanyaan mengenai kewajaran harga dan keamanan bahan bakar yang dijual.
Masyarakat perlu berhati-hati ketika membeli bensin dari sumber yang tidak jelas, terutama jika bahan bakar disimpan dalam wadah yang tidak dirancang untuk menampung cairan mudah terbakar.
Di sisi lain, informasi mengenai harga Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk 1,5 liter tersebut masih perlu diverifikasi melalui konfirmasi kepada pihak yang terlibat maupun otoritas terkait.
Penanganan distribusi BBM dan pengawasan terhadap praktik penjualan yang merugikan konsumen menjadi penting agar masyarakat tidak semakin terbebani selama gangguan pasokan berlangsung.*)
Artikel Terkait
Update: 29 Orang Selamat, Tim SAR Kerahkan Penyelam Cari Korban KM Feronia
BBM Bali Langka, Pertamina Akhirnya Buka Suara soal Kapal Terkendala dan Lonjakan Pertalite
Tagih Restitusi Rp25 Miliar, David Ozora Klaim Mario Dandy Punya 3 Coffee Shop di Jakarta: Dia Enggak Miskin