BBM Langka di Bali, Bensin Eceran 1,5 Liter Dijual Rp200 Ribu

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:13 WIB
Seorang pengemudi ojol diduga menawarkan bensin eceran kepada wisatawan dan warga di Bali. (Threads/@ynnn***) (Lie/Promedia)
Seorang pengemudi ojol diduga menawarkan bensin eceran kepada wisatawan dan warga di Bali. (Threads/@ynnn***) (Lie/Promedia)

KEADILANNEWS.com | Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali memunculkan fenomena penjualan bensin eceran dengan harga tinggi pada Rabu, 13 Oktober 2026.

Dalam unggahan di media sosial, seorang pengguna Threads menyoroti dugaan pengemudi ojek online (ojol) yang menawarkan bensin kepada wisatawan asing dan warga sekitar dengan harga Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk 1,5 liter.

Unggahan akun @ynn**** tersebut memicu perhatian karena harga yang disebutkan jauh di atas harga jual normal BBM di SPBU.

Fenomena ini muncul ketika sejumlah warga Bali masih mengeluhkan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Bensin 1,5 Liter Ditawarkan hingga Rp200 Ribu

Melalui akun Threads-nya, @ynn**** mempertanyakan praktik penjualan bensin eceran yang disebut dilakukan oleh pengemudi ojol. Ia mengungkapkan bahwa pengemudi tersebut tidak hanya menawarkan layanan transportasi, tetapi juga menjual bensin dengan harga tinggi.

“Apa pendapat kalian? Ojol tidak lagi menawarkan tumpangan, tapi menawarkan petrol yang dibanderol dengan harga tinggi. Bayangin aja, 1,5 L dijual 100–200 ribu,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan itu, bensin disebut dikemas menggunakan wadah botol air minum. Harga yang ditawarkan berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk sekitar 1,5 liter.

Meski demikian, informasi mengenai lokasi pasti kejadian, identitas penjual, serta transaksi yang berlangsung belum dapat dipastikan hanya berdasarkan unggahan tersebut.

Kelangkaan BBM Bali Picu Kekhawatiran Warga

Fenomena penjualan bensin dengan harga tinggi menjadi sorotan di tengah keluhan masyarakat mengenai antrean BBM di sejumlah SPBU Bali.

Sebelumnya, warga melaporkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menyatakan persediaan Pertalite dan Pertamax mencukupi untuk kebutuhan sekitar dua pekan.

Namun, proses distribusi dari depo menuju SPBU disebut mengalami hambatan karena meningkatnya jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi BBM.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Lili Suheli

Artikel Terkait

Terkini

X