Kemudian pada Rabu, 14 Oktober 2026, sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan kondisi serupa, yakni langit Palangka Raya yang kembali menguning sejak pagi.
“14 Oktober 2026, Palangka Raya Kalteng, jam 07.00 pagi loh ya sudah sekuning ini. Semakin hari semakin memburuk keadaannya,” tulis akun Threads @nab*******i.
“Palangka Raya 14 Oktober 2026, kondisi udara jam 9.30 WIB pagi seperti subuh. Begini yang terjadi di Kalimantan, semoga segera ada tindakan nyata dari pemerintah,” tulis akun @kus**********i
Sementara itu, menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih ada penanganan 639,23 hektare di 6 provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Karhutla terluas, kata BNPB ada di Kalimantan Tengah, yakni di Taman Nasional Tanjung Puting yang membakar sekitar 513,89 hektare.
“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan yang per 12 Oktober 2026, ada 513,89 hektare yang terbakar di sana,” ungkap Kepala BNPB, Suharyanto, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Upaya penanganan karhutla masih dilakukan lewat jalur darat, BNPB mengungkapkan jarak pandang yang rendah jadi kendala pengoperasian helikopter water bombing maupun modifikasi cuaca.*)
Artikel Terkait
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah
Pengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti