Menurut dia, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pemerintah daerah, melainkan berkaitan dengan distribusi dan pasokan perusahaan.
“Ini sebenarnya bukan kesalahan pemerintah setempat. Masalah ini berkaitan dengan perusahaan, khususnya Pertamina. Ini merupakan urusan antara Pertamina dengan pihak ketiganya, baik distributor maupun pihak lainnya. Masalahnya berkaitan dengan pasokan mereka sendiri,” tuturnya.
Dalam video yang sama, YDH menyebut Gubernur Bali Wayan Koster telah memanggil pihak pengusaha, termasuk Pertamina, untuk membahas persoalan tersebut.
Dari pembahasan itu, kendala disebut berkaitan dengan distribusi pasokan. Salah satu faktor yang disebut menjadi kendala adalah cuaca.
Namun, YDH menegaskan dirinya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena penjelasan itu berasal dari pihak yang terlibat.
Sementara itu, YDH menyebut kapal pembawa pasokan BBM telah bersandar di Bali.
Kapal tersebut kemudian akan menjalani proses bongkar muat sebelum pasokan kembali disalurkan.
“Setelah kapal mereka bersandar dan dilakukan bongkar muat, kondisi stok akan dipastikan aman untuk kebutuhan selama tujuh hari ke depan,” jelas dia.