KEADILANNEWS.com | Pertumbuhan adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle atau EV) dan hibrid semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di balik keandalan serta efisiensinya, baterai tegangan tinggi (High-Voltage Battery) jenis lithium-ion tetap menjadi komponen utama yang memerlukan perhatian khusus.
Memahami cara kerja serta perawatan baterai adalah kunci utama untuk menjaga performa mobil tetap optimal dalam jangka panjang.
salah satu aspek paling krusial dalam menjaga keawetan baterai EV terletak pada sistem manajemen termal atau pendinginannya.
Secara umum, industri otomotif menggunakan dua jenis sistem pendingin: pendingin udara (air-cooled) dan pendingin cairan (liquid-cooled).
Sistem pendingin udara memiliki struktur yang lebih sederhana dan ringan, namun kurang efektif dalam kondisi cuaca panas ekstrem atau saat kendaraan dipaksa bekerja ekstra keras.
Sebaliknya, sistem pendingin cairan (liquid-cooled) mampu menjaga suhu operasional baterai secara presisi dan stabil, sehingga menjadi standar pada mayoritas EV modern untuk mencegah penurunan kapasitas baterai lebih cepat.
"Pengelolaan suhu yang stabil serta pola pengisian daya harian yang disiplin merupakan faktor penentu utama dalam mempertahankan State of Health (SoH) baterai kendaraan listrik agar tetap berada pada level optimal." tulis NHTSA dilaman resminya yang diakses Selasa (13/10/2026).