“Saya kira apa yang dirasakan oleh negara-negara tetangga juga yang paling pertama merasakannya adalah kita. Oleh karena itu, kita juga berterima kasih atas iktikad baik untuk membantu Indonesia,” sebutnya.
Sugiono menjelaskan, koordinasi dengan negara-negara tetangga telah dilakukan melalui berbagai jalur.
Komunikasi tersebut mencakup jalur diplomatik hingga hubungan langsung antarkepala negara.
Di tingkat teknis, pemerintah juga melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan langkah koordinatif dalam menangani situasi karhutla.
“Tentu saja komunikasi dan koordinasi kita lakukan lewat berbagai jalur, baik itu jalur diplomatik maupun hubungan langsung antar kepala negara," terang Sugiono.
"Dan di sisi teknis, saya kira juga BNPB juga sudah melakukan langkah-langkah yang sifatnya koordinatif dalam rangka mengatasi situasi ini bersama-sama. Saya kira itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Kalam bahkan menggunakan bahasa Jawa ketika menyinggung persoalan asap dari karhutla Indonesia yang disebut berdampak terhadap Malaysia dan kesehatan masyarakat di negara tersebut.
Hingga kini, pemerintah Indonesia kini terus melakukan penanganan karhutla sekaligus berkoordinasi dengan negara-negara yang ikut terdampak asap lintas batas.*)