KEADILANNEWS.com | Kepemilikan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) kini mulai memasuki fase baru yang memicu kekhawatiran bagi para pemilik jangka panjang.
Masalah utamanya bukan lagi sekadar jarak tempuh atau infrastruktur pengisian daya, melainkan aspek keekonomisan perawatan kendaraan saat usianya mulai senja, khususnya benturan antara harga penggantian komponen utama dengan nilai sisa mobil itu sendiri di pasaran.
Ancaman "Total Loss" pada Mobil Listrik Berumur 6–8 Tahun
Berdasarkan laporan industri otomotif Automobilwoche yang mengutip keterangan dari petinggi Bosch, biaya untuk memperbaiki atau mengganti sistem tegangan tinggi serta baterai pada mobil listrik berumur 6 hingga 8 tahun berisiko tinggi melampaui nilai jual kendaraan tersebut di pasar mobil bekas.
Kompleksitas teknologi yang diusung mobil listrik modern turut memperbesar pembengkakan biaya ini. Sebagai contoh, insiden benturan ringan saja sering kali menuntut proses diagnosis yang panjang, pengaturan ulang perangkat lunak (software reset), hingga kalibrasi sensor yang rumit.
Rupert Hoellbacher selaku Kepala Divisi Mobility Aftermarket Bosch mengungkapkan bahwa jika baterai atau komponen vital lainnya mengalami kerusakan total di usia tersebut, kendaraan sering kali berujung pada status total loss, di mana biaya perbaikannya tidak lagi masuk akal jika dibandingkan dengan harga sisa mobil di pasaran.
Kontras Ekstrem: Harga Baterai Baru vs Harga Jual Bekas
Masalah finansial ini semakin nyata jika melihat besaran angka penggantian komponen.