KEADILANNEWS.com | Syahganda Nainggolan resmi menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menggantikan Muhammad Qodari yang kini mendapat tugas baru di Dewan Pertimbangan Presiden.
Syahganda dikenal sebagai aktivis dan pengamat politik. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, lembaga kajian yang bergerak di bidang ekonomi, teknologi, dan politik.
Lahir di Medan pada 27 November 1965, Syahganda memiliki latar belakang aktivisme sejak masa kuliah. Ia pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan kemudian menyelesaikan pendidikan magister di bidang pembangunan.
Ia juga meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia dengan kajian yang berkaitan dengan perburuhan. Latar tersebut kemudian berkaitan dengan aktivitasnya dalam isu pekerja, gerakan masyarakat sipil, serta kebijakan publik.
Dalam perjalanan politiknya, Syahganda pernah bergabung dengan Partai Daulat Rakyat (PDR). Setelah keluar dari partai tersebut, ia ikut membentuk Partai Merdeka menjelang Pemilu 1999. Ia kemudian pernah mencoba menjadi calon anggota legislatif melalui Partai Golkar.
Namanya juga dikenal melalui Sabang Merauke Circle (SMC), lembaga kajian yang pernah dipimpinnya. Syahganda kemudian menjadi salah satu tokoh yang aktif dalam gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Dalam beberapa tahun terakhir, Syahganda tetap aktif menyampaikan pandangan mengenai kebijakan pemerintah. ANTARA, misalnya, beberapa kali mengutip pandangannya mengenai isu ekonomi, gerakan mahasiswa, kebijakan luar negeri, hingga pemerintahan Prabowo.