Ia mengatakan posisi pegawai menjadi serba salah. Di satu sisi, akses masuk Alfamart harus tetap terbuka agar pelanggan dapat berbelanja.
Namun di sisi lain, ia takut terjadi keributan apabila meminta pengendara memindahkan atau mengatur posisi kendaraannya.
“Ini sekedar info di Bali nih Bapak kalau misalkan emang turun salesnya saya bingung mau gimana kita kalau negur takut, takut digebukin masa,” katanya.
Pegawai tersebut bahkan mengaku khawatir mendapat tindakan kekerasan apabila mencoba menegur massa yang sedang mengantre.
“Habis itu lu digebukin masa sama mereka. Kita perantau di sini lu mau tiba-tiba pulang nama doang amit-amit, amit-amit, amit-amit,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah persoalan antrean BBM yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU di Bali.
Minta Akses Alfamart Tetap Dibuka