Badan Geologi mengingatkan adanya sejumlah potensi bahaya dari aktivitas vulkanik, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga potensi erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.
"Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," ujar Lana.
Meski berstatus Siaga, masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan seperti biasa dengan mengikuti arahan BPBD setempat.***