Kapolda juga mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati dan menghargai agar kerukunan serta keharmonisan tetap terpelihara.
“Jangan sampai perbedaan yang ada justru melemahkan persatuan dan kesatuan kita. Mari bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menjaga persatuan, Kapolda Sumut memberikan perhatian khusus terhadap ancaman peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keluarga, dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Ia menjelaskan, luas wilayah Sumatera Utara, besarnya jumlah penduduk, serta karakteristik geografis yang berdekatan dengan jalur perairan internasional menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencegah masuk dan beredarnya narkoba.
Karena itu, Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba, memberikan perhatian kepada generasi muda, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” tegasnya.
Kapolda juga menegaskan bahwa Polri tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Setiap personel yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui proses disiplin, kode etik profesi Polri, maupun proses pidana sesuai dengan jenis pelanggarannya.