“Final itu untuk dimenangkan, bukan untuk dimainkan,” kata Hanif Thamrin dalam analisisnya mengenai kemenangan Indonesia atas Thailand.
Ia juga melihat keberhasilan melewati adu penalti sebagai bagian dari perubahan mentalitas skuad Garuda. Indonesia tidak hanya mampu bertahan ketika tertinggal, tetapi juga menyelesaikan pertandingan di bawah tekanan.
“Satu gelar sudah dicure. Mental block yang selama ini ada berhasil kita runtuhkan,” ujar Hanif Thamrin. Gelar ini pun menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games dan membuka babak baru bagi skuad Garuda menuju target berikutnya.***