“Ini kondisi Palangka Raya, 7 Oktober 2026. Sudah 3 bulan kami tidak melihat langit biru Kalteng yang bagus,” tulis @uko****r.
Selain sesak napas, warga juga mengeluhkan mata dan tenggorokan yang panas serta kepala pusing karena asap.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni hingga 5 Oktober 2026 tercatat 801 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan luas terdampak mencapai 1.390,02 hektare.
Adapun kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode kabut asap akibat karhutla sejak awal Juni hingga awal Oktober 2026 yang dicatat oleh Dinkes Palangka Raya mencapai 10.240 laporan.***