Pada 2026, Hari Kesehatan Mental Sedunia mengusung tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, yang dapat diterjemahkan sebagai “Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata”.
Tema yang diangkat WHO tersebut menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental.
Pengalaman langsung mereka dinilai sebagai sumber pengetahuan penting dalam membentuk kebijakan, layanan, dan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan mental.
WHO juga menyoroti pentingnya melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan, bukan sekadar meminta mereka menceritakan pengalaman.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan, menghormati hak, dan memperhatikan kondisi setiap individu.
*Makna Hari Kesehatan Mental Sedunia*
Peringatan ini mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang setara dengan kesehatan fisik. Persoalan kesehatan mental bukan sesuatu yang patut dijadikan bahan ejekan atau alasan untuk memberikan stigma kepada seseorang.