Keadilannews.com – Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengadakan pertemuan dengan dua dosen yang diduga menolak Pancasila sebagai ideologi negara. Pertemuan dilakukan pimpinan universitas, senat akademik dan dewan guru besar UGM.

Iva Ariani Kepala Humas dan Protokol UGM, mengatakan, terdapat empat poin yang dihasilkan pertemuan tersebut. Pertama, pimpinan universitas telah berdialog dan mendengarkan penjelasan kedua dosen berkaitan pandangan mereka terhadap Pancasila. Kedua, lanjut Iva, hasil dialog segera diserahkan kepada Dewan Kehormatan Universitas (DKU) untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Iva belum dalam hal ini belum mau menyebutkan nama-nama dan identitas jelas kedua dosen yang dimaksud. Ia hanya mengungkapkan, kedua dosen merupakan kepala departemen dan kepala laboratorium di Fakultas Teknik UGM.

kabar beredar jika dua dosen dari Universitas Gadjah Mada telah menolak Pancasila sebagai dasar negara. Kabar itu menjadi polemik lanjutan, usai UGM mencoret tiga nama penceramah Tarawih di Masjid UGM beberapa waktu lalu.

Tiga nama yang dicoret di antaranya Ismail Yusanto, yang merupakan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Selain itu ada nama akademisi senior, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang selama ini dirasa kontroversial.

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY