Keadilannews.com – Program sembako merupakan transformasi dari Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang merupakan prgoram dari Kementerian Sosial (Kemensos), perubahan itu diubah sejak awal tahun 2020.

Sebagaimana diberitakan Tempo.co, transformasi itu dilakukan dalam rangka mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Dari tranformasi tersebut diharapkan prinsip 6T dapat tercapai yakni, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Namun, pada kenyataannya dalam pelaksanaan program sembako di Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur rupanya tidak sebagaimana yang menjadi harapan Kemensos.

Pasalnya, beras yang disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) itu kualitasnya jelek. Hal ini menyebabkan banyak keluhan dari masyarakat (keluarga penerima manfaat).

DN, salah seorang warga setempat membeberkan bahwa, perihal kualitas beras jelek yang diterima KPM tersebut dimungkinkan karena ada tempat pengoplosan beras yang diduga sengaja melakukan hal tersebut.

“Setahu saya, di Desa ini ada tempat pengoplosan beras, tepatnya utara pasar Kapedi,” ucapnya.

“Saya memiliki bukti rekaman video kalau disana memang ada pengoplosan beras,” imbuhnya menegaskan.

Menanggapi hal itu, aktivis Sumenep, Zainur R mengatakan, seharunya hal seperti ini tidak terjadi sebab bantuan tersebut untuk rakyat miskin.

“Kasihan lah mereka, dengan kondisi mereka yang seperti itu kenapa masih dibodohi dengan diberikan bantuan sembako yang tidak sesuai ketentuan?. Harusnya mereka mendapatkan bantuansebagaimana mestinya. Mereka punya hak untuk itu,” ucapnya.

Jika ini memang berpangkal pada kualitas beras, kata Zainur R, dimana besar kemungkinan disebabkan adanya pengoplosan beras sehingga kualitasnya jelek. Maka, ini benar-benar keterlaluan.

“Kalau benar begitu kejadiannya, maka ini harus diusut tuntas oleh pihak berwajib. Untuk membongkar mafia pengoplosan besar beserta mata rantai jaringannya,” ucapnya tegas.

Karenanya, lanjut Zainur R, pihaknya meminta pihak berwajib dalam hal ini pihak kepolisian untuk membongkar para oknum-oknum tak bertanggungjawab tersebut.

“Besar harapan kami, pihak kepolisian bergerak cepat membongkar siapa saja oknum-oknum yang menjadi pelaku dibalik adanya beras yang berkualitas jelak itu,” harapnya.

“Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Sehingga masyarakat benar-benar merasakan kepuasan daripada program yang diberikan pemerintah kepada mereka tanpa kecuali,” imbuhnya. (*)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY