Ambles Akibat Gempa, Petobo Sarankan di Timbun dengan Tanah

0
423

Keadilannews.com – dr Ahmad Yurianto Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, merekomendasikan lokasi terdampak likuefaksi seperti di Petobo, Palu Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, ditimbun dengan tanah. Penimbunan itu, kata ia, seperti memakamkan jenazah.

Yurianto Mengatakan “Cara terbaik adalah menimbun dengan tanah seperti selayaknya memakamkan jenazah dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutur Ahmad melalui siaran persnya diterima di Palu, Kamis (18/10/2018).

Menurut Ahmad, pertimbangan terbaik dalam penanganan jenazah yang belum diketemukan setelah hari ke tujuh adalah dengan tetap memakamkan di lokasi yang diduga jenazah itu berada.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jenazah tersebut. Ini mengingat kemungkinan untuk bisa menemukan jenazah dalam keadaan utuh sangat kecil. Penggalian jenazah juga berisiko terhadap penyebaran dan penularan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan sekitar.

Ia menyampaikan yang perlu dilakukan dinas terkait adalah melakukan pengecekan kualitas air tanah secara berkala di sekitar daerah terdampak.

Selain itu, perlu membuat drainase yang baik agar air hujan bisa terkumpul dan bisa diintervensi sebelum masuk sungai. Idealnya, timbunan ditanggul dan drainase dibuat dari semen.

Hasil analisis sementara pemetaan secara spasial menunjukkan bahwa wilayah terdampak likuifaksi pascagempa Sulteng menyebabkan pengangkatan dan amblesan di Balaroa Palu Barat.

Jumlah perkiraan rumah terdampak mencapai 1.045 unit dengan luasan wilayah terdampak mencapai 47,8 hektare.  Sementara jumlah perkiraan rumah terdampak di Petobo, Palu Selatan mencapai 2.050 unit dengan luas wilayah 180 hektare, sedangkan di Jono Oge, Sigi, mencapai 366 unit dengan luas wilayah 202 hektare.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY