Alasan Iman Syekh Arafat Tetap Bertahan Menjaga Shalat Saat Gempa

0
364

Keadilannews.com – Saat terjadi musibah gempa bumi dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa beberapa hari ke belakang, beredar viral sebuah rekaman video di masjid yang merekam seorang imam masjid yang tetap memimpin shalat meski tubuhnya terus bergoyang dengan kencang.

Berdasarkan kesaksian seorang jamaah sekaligus pengurus masjid As-Syuhada bernama Pungkasandi Putra alias Ipung, Imam yang namanya menjadi perbincangan dunia maya itu bernama Syekh Arafat.

Syekh Arafat yang berasal dari Yaman, dan saat gempa terjadi ia sedang mengimami shalat Maghrib. Ipung mengungkapkan bahwa rekaman video tersebut memang sengaja dilakukan oleh pengurus masjid, hal itu dilakukan untuk mengabadikan suara imam yang indah dan merdu.

“Kami memang sudah berniat merekam beliau, karena beliau memiliki suara yang indah dan merdu. Dan setiap memimpin shalat, kami menyukai suaranya, dan ingin orang lain juga mendengar dan bisa menikmati suara beliau. Makanya kami rekam,” ucap Ipung, Selasa, (7/8/2018).

Ipung mengatakan,tayangan tersebut diambil saat Imam Syekh Arafat sedang memimpin shalat dan disiarkan melalui live di Facebook.

Ipung sendiri mengaku tidak berencana macam-macam, bahkan tidak menyangka akan terjadi gempa. Ia hanya ingin membagi kepada orang lain soal lantunan merdu suara Syekh Arafat. “Saat gempa terjadi saya berada di belakang mimbar, saya juga ikut berjemaah,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Ipung, Syekh Arafat memilih tidak mau bertemu dengan media. Ia khawatir akan ada terselip riya jika ia berbicara pada media.

Sebelumnya Ipung mengaku sempat berbincang dengan Syekh Arafat saat gempa berhenti dan shalat selesai dilakukan. Ia menanyakan mengapa Syekh Arafat tetap melanjutkan shalat dan tak melarikan diri ketika gempa mengguncang dengan kuat.

“Syekh bilang, sebagai Muslim kita wajib menyerahkan nyawa kita pada Allah SWT. Dan saat itu ia adalah Imam sehingga wajib mempertahankan shalatnya hingga selesai. Menurut Syekh Arafat, gempa ini tidak seberapa jika dibandingkan kepanikan kita di Yaumil Akhir nanti,” tutur Ipung.

Syekh Arafat juga secara spontan melantunkan ayat kursi dan mengulang kalimat pertama di ayat kursi karena mengagungkan kebesaran Allah yang ditunjukkan melalui gempa bumi.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY