1000 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala

0
263
(Foto Republika)

Keadilannews.com, Kemanusiaan – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Beserta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Pemberangkatan Kapal ini menjadi ikhtiar serius penanganan kedaruratan. kapal kemanusiaan untuk Palu dan Donggala berangkat pada Senin (8/10/2018), membawa 1.000 ton logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu.

Kapal kemanusiaan tersebut dilepas secara resmi oleh Senior Vice President ACT sekaligus Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari dan Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya.

Imam Akbari mengutarakan betapa besarnya dampak bencana di Palu dan Donggala. Hampir semua sendi kehidupan di Palu lumpuh, terlihat dari krisis yang melingkupi wilayah tersebut selama sepekan terakhir. Tidak hanya korban jiwa dan luka, gempa dan tsunami juga menghancurkan infrastruktur serta membuat pangan, air bersih, dan logistik menjadi langka. Bahkan krisis juga terjadi di daerah lain, seperti Parigi Moutong dan Sigi.

“Bantuan logistik dan pangan terus didistribusikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Keberangkatan Kapal Kemanusiaan yang membawa 1.000 ton logistik adalah salah satunya. Ini membuktikan besarnya animo kepedulian masyarakat terhadap korban bencana di Palu, Donggala, dan Sigi,” kata Imam, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/10).

Menurut Imam, bencana Palu dan Donggala menggugah empati dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk PT ASDP Ferry Indonesia (Persero). Bersama ACT, BUMN di bidang transportasi laut tersebut menyiapkan kapal berkapasitas 1.000 ton untuk melayarkan bantuan ke Palu. Kapal tersebut yakni KM Melinda, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala.

Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala membawa 1.000 ton bantuan kemanusiaan dan ambulans. Lima ratus ton di antaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya. Ratusan ton beras tersebut dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf – ACT, melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY