Presiden Venezuela Selamat dari Ledakan Drone

0
229
Maduro Presiden Venezuela ( Foto Reuters)

Keadilannews.com – Presiden Venezuela Nicolas Maduro tengah menyampaikan pidato pada sebuah acara militer hal yang tidak di duga sebuah Pesawat nir-awak (drone) meledak di dekat acara tersebut pada Sabtu (4/8/2018). Sang presiden dan sejumlah pejabat senior yang mendampinginya berhasil selamat tanpa terluka.

“Ini serangan dengan target Maduro,” ucap Menteri Informasi Jorge Rodriguez.

Sebanyak tujuh anggota Garda Nasional terluka akibat insiden itu. Seorang warga Venezuela yang berada di dekat acara di Caracas tersebut mengaku telah mendengar dua ledakan.

Sementara itu sejumlah foto yang beredar di media sosial menunjukkan para pengawal pribadi Maduro sedang melindungi presiden dengan papan hitam anti-peluru. Sebuah foto lain menggambarkan seorang tentara yang mengalami luka berdarah di bagian kepala saat diangkut oleh koleganya.

Maduro adalah seorang mantan supir bus yang menggantikan pemimpin kharismatik Presiden Hugo Chavez saat meninggal pada 2013 lalu. Pada Mei lalu ia baru saja memenangi pemilihan umum untuk menjadi penguasa Venezuela selama enam tahun ke depan.

Sejumlah pejabat pemerintahan Venezuela mengecam serangan yang disebut dilakukan oleh teroris itu. Pidato Maduro dalam acara angkatan bersenjata yang disiarkan televisi berhenti tiba-tiba. Sementara para tentara terlihat melarikan diri sesaat sebelum siaran dihentikan.

Saat Maduro membicarakan soal perekonomian Venezuela, suara televisi tiba-tiba hilang. Dia dan beberapa orang di podium nampak mendongak ke atas sambil ketakutan. Kamera kemudian beralih ke arah tentara yang mulai berlarian.

Venezuela adalah negara yang tengah menderita krisis ekonomi selama lima tahun terakhir sehingga menyebabkan bencana kelaparan, lonjakan inflasi ribuan persen, dan gelombang emigrasi massal.

Venezuela yang dulu sempat menikmati perekonomian sosialis dengan topangan produksi minyak besar, tumbang sejak 2014 akibat jatuhnya harga minyak dunia.

Sebagai seorang yang menyebut diri sebagai ‘anak’ Chavez, Maduro mengaku tengah memerangi konspirasi para imperialis yang ingin menghancurkan sosialisme dan merampok minyak Venezuela. Namun para musuh politiknya menuding sang presiden sebagai seorang otoriter yang menghancurkan negara makmur.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY