( Foto BBC.Com )

Keadilannews.com – Raja Malaysia telah setuju untuk mengampuni seorang politisi yang kasusnya telah mencengkeram politik nasional selama dua dekade, kata Mahathir Mohamad. Anwar Ibrahim, yang pernah dianggap sebagai calon pemimpin masa depan, dipenjara atas tuduhan korupsi dan sodomi setelah bertengkar dengan pemerintah.

Tetapi Mahathir Mohamad Perdana Mentri yang pernah di penjara, baru saja memenangkan pemilihan dengan janji akan membebaskannya. di Kutip Halaman’’ BBC.com, Jum’at (11/5).

Pada konferensi pers pada hari Jumat – sehari setelah kemenangan bersejarah pemilahan umum Mahathir mengatakan raja “telah mengindikasikan dia bersedia mengampuni Datuk Seri Anwar segera”, dan menggunakan gelar kehormatan.

“Ini akan menjadi pengampunan penuh yang tentu saja berarti bahwa dia tidak hanya harus diampuni, dia harus segera dibebaskan ketika dia diampuni. Setelah itu dia akan bebas untuk berpartisipasi penuh dalam politik.”

Istri Anwar, Wan Azizah, mengatakan raja ingin mengabulkan grasi sesegera mungkin dan “jika direktur penjara puas maka Anwar dapat dibebaskan dalam dua hingga tiga hari”.

Kemenangan pemilihan Mahathir, di kepala Pakatan Harapan, mengakhiri lebih dari enam dekade pemerintahan koalisi Barisan Nasional (BN).

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY