Harga Minyak Dunia Turun Hampir Dua Persen

0
154

Keadilannews.com – Harga minyak turun hampir dua persen pada akhir perdagangan Jumat (9/11/2018) Pagi WIB, Penurunan harga minyak global karena investor fokus pada pembengkakan pasokan minyak mentah global, yang meningkat lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang.

Pasar fokus pada rekor produksi minyak mentah AS dan sinyal dari Irak, Abu Dhabi dan Indonesia bahwa produksi akan tumbuh lebih cepat daripada yang diperkirakan pada 2019. Kekhawatiran akan melimpahnya pasokan potensial mengurangi reli di awal sesi yang didorong oleh data Cina yang menunjukkan rekor impor minyak.

Bob Yawger, direktur berjangka Opec. “Ada tiga masalah yang dibuat, yakni peningkatan persediaan AS, kelebihan produksi OPEC dan berkurangnya sanksi Iran,” kata Bob Yawger, di Mizuho New York.

Minyak mentah Brent berjangka, patokan global, turun 1,42 dolar AS atau 1,97 persen, menjadi menetap di 70,65 dolar AS per barel, terendah sejak pertengahan Agustus. Sementara itu, minyak mentah AS berjangka, West Texas Intermediate (WTI) turun 1,00 dolar AS atau 1,6 persen, menjadi 60,67 dolar AS per barel, terendah sejak 14 Maret.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian, kedua kontrak memperpanjang kerugian mereka. Impor minyak mentah Cina naik menjadi 9,61 juta barel per hari (bph) pada Oktober, naik 32 persen dari setahun sebelumnya, data bea cukai menunjukkan.

Cina masih akan diizinkan untuk mengimpor beberapa minyak mentah Iran di bawah keringanan sanksi-sanksi AS yang akan memungkinkannya untuk membeli 360 ribu barel per hari selama 180 hari, dua sumber yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada Selasa (6/11).

Produksi minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi baru sebesar 11,6 juta barel per hari pada minggu terakhir, dan negara itu kini telah melampaui Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia. Langkah yang lebih tinggi dalam produksi adalah sebuah lompatan besar, “bukan hanya tanda centang (menunjukkan ada sesuatu yang benar atau telah dilakukan),” kata Yawger.

Badan Informasi Energi AS mengatakan minggu ini mereka memperkirakan produksi melampaui 12 juta barel per hari pada pertengahan 2019, berkat minyak serpih.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY