Miras Oplosan Kembali Menelan Korban

0
374

Keadilannews.com – minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban, terjadi di Indonesia terutama di Telaga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Peristiwa yang menewaskan tiga korban jiwa ini terjadi pada Ahad (19/8).

Wahyu Sri Bintoro  Kapolres Gresik AKBP menerangkan, kasus miras oplosan semula terjadi pada Kamis (16/8). Sekitar 15 pemuda dilaporkan telah menyiapkan minuman berupa arak jukrik dan vodca pada Kamis malam. Pemuda yang menyiapkan racikan minuman tersebut, yakni M. Fendi Pradana (19).

“Pada Jumat pukul 00.00 WIB, Fendi dan enam orang pindah ke depan rumah saudara S. Namun pada pukul 04.00 WIB (pada saat solat subuh), penghuni rumah S keluar rumah dan mengusir gerombolan pemuda tersebut,” ujar Wahyu melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Ahad (19/8).

Selanjutnya, pesta miras berlanjut hingga pukul 09.00 WIB pada Jumat (17/8) di Telaga, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Setelah berpindah ke tempat lain, pesta miras akhirnya dihentikan sekitar waktu salat Jumat.

Dampak miras baru terasa pada Sabtu (18/8), terutama dialami oleh tiga pemuda, Riko Yakub (23), Andik kristanto danM. Fendi Pradana (19). Ketiganya mengeluhkan sakit perut pada Sabtu malam (18/8) lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya ketiga pemuda ini dilaporkan meninggal dunia pada Ahad (19/8).

Atas kasus ini, Polres Gresik dan perangkat desa berinisiatif mengkompulir warga-warga yang ikut minum miras. Seluruhnya dibawa ke RS Dr. Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan demi menghindari bertambahnya korban. “Untuk sementara hasil check up kondisi mereka stabil,” tambah dia.

Sebelumnya, pada April 2018 lalu, miras oplosan membuat puluhan nyawa orang di Jakarta dan Jawa Barat melayang. Bahkan, jumlahnya mencapai 89 orang.

Polisi menyatakan,  dari hasil investigasi yang dilakukan Polda Jabar di sebuah rumah di Kabupaten Bandung, ditemukan ruang bawah tanah yang diduga digunakan untuk meracik miras oplosan. Selain untuk meracik miras oplosan, ruangan tersebut juga digunakan untuk mengemas minuman haram tersebut.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY