idrus Marham Mentri Sosial Republik indonesia

Keadilannews.com, Jakarta-kementrian sosial menargetkan sebanyak 43 lokalisasi prostitusi yang masih beroperasi bisa ditutup. Dengan begitu pada tahun 2019 tidak ada lagi lokalisasi di Indonesia.

Hanya “Tinggal 43 lokalisasi dan diharapkan kita akan tangani bersama ke depan,” kata Menteri Sosial Idrus Marham usai membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Prostitusi dan Supporting Penutupan Lokalisasi yang digelar di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Yang memang Terdata sebanyak 168 lokalisasi dengan jumlah penghuni sekitar 40 ribu pekerja seksual di 24 provinsi dan 76 kabupaten kota. Sebanyak 43 lokalisasi ditargetkan selesai ditutup hingga 2019.

untuk mengantisipasi eks-pekerja seks komersial yang sudah dipulangkan kembali ke lokalisasi, Kementerian Sosial memberikan bantuan jaminan hidup sebesar Rp 25 ribu per hari selama 90 hari untuk satu orang dan  juga diberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebesar Rp 3 juta untuk usaha sehingga bisa mandiri.Para eks-penghuni lokalisasi juga diberikan latihan keterampilan sebagai jaminan hidup merek ke depan.

“Dengan penutupan lokalisasi secara moral bisa diatasi, mereka dipulangkan dan diberi modal usaha, harga diri kembalikan, kesehatan dan masa depan terjamin. Apalagi paling mahal, harga diri sebagai manusia karena ini perbudakan kemanusiaan dan bagian dari perdagangan manusia,” ujar Idrus.

Mensos juga mengusulkan agar bantuan jaminan hidup (jadup) yang diberikan hanya selama 90 hari atau tiga bulan bisa ditambah sampai enam bulan.

Sumber : Antara

 

LEAVE A REPLY