Perpustakan Sanggar Eureka
Perpustakan Sanggar Eureka

Salam edukasi rakyat : Medan, 29 maret 2018

Saat ini minat baca di indonesia sangat rendah, bahkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen atau 1 berbanding 10.000. Salah satu penyebab dari rendahnya minat baca di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap buku dan perpustakan-perpustakan di kota kota. Rendah nya minat baca akan berdampak pada kebodohan yang akan mengakibatkan kemisikinan hal ini lah yang mendasari timbulnya ide yang melahirkan suatu sanggar baca yang disebut sanggar baca EUREKA dalam bahasa yunani ”aku menemukannya”.

Dampak bila tidak memiliki minat baca yang sangat merugikan terutama bagi generasi muda akan mengalami masalah dalam memahami, menguasai, meneruskan, serta menggunakan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk menghasilkan produk produk berkualitas, minimnya wawasan dan ke ilmuan yang terbatas akan mengkerdilkan pola pikir sehingga akan mudah dipengaruhi doktrin dan pemahaman negatif, kurangnya membaca juga akan menyebabkan kreatifitas seseorang tak berkembang dan pada efek yangh lebih besar kerugian negara yang kehilangan aset-aset penyumbang dalam kemajuan bangsa yang berkualitas dan mempunyai produktifitas yang tinggi.

Dalam suatu wawancara Josua Nainggolan,SH berpendapat bahwa rajin membaca adalah pemutus rantai kemiskinan beliau adalah salah satu penggagas dari sanggar baca eureka, beliau juga menjelaskan bahwa sanggar baca eureka menjadi sanggar baca yang konsepnya memudahkan masyarakat pada umumnya untuk dapat mudah mendapatkan akses terhadap buku, sanggar baca eureka juga fokus terhadap menanamkan minat baca mulai dari dini, selain itu juga melaksanakan kegiatan mengajar gratis buat anak anak dan juga menyampaikan kita tidak sendiri , kita dibantu teman teman relawan dari mahasiswa dari berbagai universitas di medan yang mencintai edukasi kerakyatan, beliau juga berharap kegiatan ini terus didukung dan kegiatan edukasi kerakyatan ini menjadi contoh buat daerah daerah lain sekitar kota medan  agar semakin banyak akses terhadap buku sehingga masyarakat dekat dengan buku yang kita harap menjadi sebuah budaya bagi masyarakat dan meningkatkan minat baca .

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY