Keadilan News, Surabaya – Polda Jawa Timur resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Veronica Koman tersangk provokasi dan penyebaran informasi bohong insiden asrama mahasiswa papua di Surabaya, Jawa Timur.

Surat DPO bernomor DPO/37/IX/RES.2.5./2019/DITRESKRIMSUS itu dikeluarkan oleh kepolisian setelah melakukan sejumlah rangkaian gelar perkara dalam beberapa hari belakangan.

“Kami kemarin setelah melakukan gelar di Bareskrim (Polri) dengan Divhubinter dengan Kabareskrim bahwa kami sudah mengeluarkan DPO,” ucap Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (20/9).

Sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2012, DPO diterbitkan ketika tersangka tak memenuhi panggilan pemeriksaan lebih dari tiga kali. Penerbitan DPO ini bertujuan agar orang yang masuk dalam daftar tersebut dapat ditangkap di mana pun berada.

Polisi diketahui telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan dua kali ke alamat Veronica baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Namun pengacara Aliansi Mahasiswa Papua itu tak juga memenuhi panggilan.

Merujuk prosedur dalam Perkap tersebut, dalam DPO harus menjelaskan secara detail di antaranya tentang identitas kesatuan Polri yang menerbitkan DPO, uraian singkat kejadian, pasal tindak pidana yang dilanggar, ciri-ciri tersangka yang dicari dengan mencantumkan foto meliputi nama, umur, alamat, pekerjaan, tinggi badan, warna kulit, jenis kelamin, kewarganegaraan, rambut, hidung, sidik jari, dan lainnya.

Sumber: CNN


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY