Rido Ramdan Sumantri

Keadilannews.com, Jakarta – Rido Ramdan Sumantri sangat keberatan namanya dimasukkan dan tecantum dalam daftar teroris oleh sebuah lembaga pengamat. Namanya disebut ketika muncul kabar teroris dari berbagai daerah akan melakukan aksi pasca bentrok di lapas Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Rido menyatakan, memang dirinya pergi ke Depok sehari setelah kerusuhan di Mako Brimob. Namun, ia pergi ke rumah singgah yang di dalamnya ada janda yang suaminya berada di Mako Brimob atau sudah meninggal.

“Saya ke Depok itu ingin menengok kondisi rumah singgah. Ternyata penghuninya sudah dipindah ke Bekasi. Jadi saya langsung pulang. Dan karena ada isu dari IPW, menyantumkan nama saya sebagai salah satu terduga teroris, tentu (saya) keberatan dan tidak benar,” katanya kepada kiblat net di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (05/06).

Dari sepuluh nama yang disebut sebagai teroris yang akan melakukan penyerangan, Rido ditulis sebagai koordinator. “Menurut Indonesia Police Watch (IPW) sepuluh orang, dengan ada nama saya, Gilang, Aji, dan Dani. Dengan hasil nama dari IPW, Gilang dan Aji ditangkap. Saya khawatir juga karena nama juga dicatut dengan kesalahpahaman dari IPW,” ucapnya.

Rido menjelaskan, selama ini ia hanya merasa simpati dengan janda dan anak-anak yatim tersebut. Maka membantu. Ia menyatakan tidak terkait dengan aksi teror apapun.

“Saya mah cuman membantu. Tidak melakukan teror-teror begituan,” ujar ridho.

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY