Prabowo Berjumpa Dengan 300 Purnawirawan Jenderal

0
272

Keadilannews.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto berbincang bersama 300 purnawirawan Jenderal TNI dan Polri serta para intelektual yang digelar oleh Panitia Bersama Persaudaraan Indonesia, di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, siang (22/9/2018).

Dalam Tema kegiatan tersebut, yakni “Ekonomi Kerakyatan sebagai Solusi Tatanan Ekonomi Indonesia dan Global”.

Prabowo memaparkan pemikirannya sebagai narasumber utama di depan peserta. Pemikirannya tersebut di antaranya mengenai paradoks Indonesia.

Terlihat hadir, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. “Selamat datang Pak Prabowo. Ini adalah acara bedah buku, perlu dilaporkan Pak, telah terdaftar 300 jenderal yang kumpul di sini. Banyak yang tinggal di luar Jakarta sengaja datang ke sini, dengan kerelaan hati untuk mendengarkan mantan militer yang punya pikiran ekonomi yang luar biasa,” kata Panitia Bersama Persaudaraan Indonesia Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno.

Para jenderal, kata mantan Menko Polhukam ini, telah merasakan perekonomian Indonesia yang sangat memprihatinkan. “Kita ingin mendengar pemaparan Pak Prabowo soal ekonomi ke depan,” kata politikus Partai Berkarya ini.

Prabowo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih diundang dalam acara ini. Acara ini terasa reuni di militer. Mantan Pangkostrad ini, mengatakan, apa yang dituangkan dalam bukunya berjudul Paradoks Indonesia tidak ada yang baru, tidak ada yang original.

“Tapi ini merupakan perjalanan dan pencerahan saya tentang ekonomi bangsa yang perlu saya sebarluaskan tentang nilai-nilai yang pernah bapak (seniornya di TNI) tanamkan kepada saya,” kata Prabowo.

Bahwa, lanjut purnawirawan jenderal bintang tiga ini, rakyat Indonesia harus hidup, merdeka, berdaulat agar rakyatnya tidak menjadi antek bangsa asing.  “Rakyat Indonesia baik di TNI maupun diluar institusi TNI ingin agar Indonesia tidak lagi di jajah bangsa asing.

LEAVE A REPLY