Mantan Jubir HTI: Bendera yang dibakar Banser Nu Garut Bukan Bendera HTI

0
341
Ismail Yusanto (foto Geotimes)

Keadilanews.com, Jakarta – Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menegaskan bendera yang dibakar Banser Nu Garut bukan bendera HTI. Dia juga menyatakan alasan yang diungkap Gerakan Pemuda Ansor soal pembakaran bendera hitam bertuliskan aksara Arab, kalimat tauhid, itu tidak bisa dibenarkan.

“Tidak ada. Tidak bisa dibenarkan,” ucap ismail di kutip dari laman CNNIndonesia.com, Senin (22/10/2018).

Menurut Ketua Banser NU Yaqut pembakaran itu wajar dilakukan seperti halnya ketika menemukan sobekan mushaf Alquran yang juga harus dibakar.

Ismail tidak sepakat. Menurutnya, itu jelas bukan sobekan mushaf Alquran melainkan bendera bertuliskan kalimat tauhid Lailahaillallah, “Apakah itu sobekan? Itu bendera. Bukan sobekan. Kalimat tauhid utuh, benderanya utuh. Artinya, ini urusan dengan pemiliknya, yaitu Allah SWT,” ujarnya.

Ismail  memberikan analogi untuk membantah alasan Yaqut. Ismail mengatakan orang yang ingin menyelamatkan Alquran tidak bisa dilakukan dengan cara membakar Alquran. Selain itu, lanjutnya, orang yang ingin menyelamatkan tempat ibadah tidak bisa dilakukan dengan cara membakarnya pula.

“Bagaimana kalau ada yang mengklaim menyelamatkan istana dengan membakar istana,” katanya. Ismail mengatakan kalimat tauhid seperti dalam bendera itulah yang membuat umat Islam menjadi muslim. Setiap umat Islam juga mendambakan mati seraya memeluk kalimat tauhid.

“Karena itu sangat tidak pantas kalau ada orang yang berani-beraninya tega-teganya membakar bendera itu,” ucap Ismail.

“Bahkan Kemendagri sudah mengklarifikasi bahwa itu bukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY