Keadilan News, Jakarta – kuasa hukum Iman Nahrawi menyatakan bakal langsung berembuk dengan tim untuk menyiapkan langkah hukum pascapenolakan gugatan praperadilan eks Menpora tersebut.

Hakim tunggal praperadilan Elfian memutuskan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Imam Nahrawi.

Ketua tim kuasa hukum, Saleh mengatakan menghormati putusan tersebut. Kendati begitu ia memberikan sejumlah catatan salah satunya soal bukti KPK berupa berita acara permintaan keterangan di tahap penyelidikan.

“Langkah selanjutnya, ya kami duduk bersama tim sekaligus berkoordinasi dengan Pak Imam Nahrawi langkah hukum selanjutnya seperti apa,” ucap Saleh lagi.

Sebelumnya, terkait pertimbangan putusan, hakim tunggal praperadilan Elfian menyatakan penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka telah memenuhi dua alat bukti yang sah berupa saksi dan surat. Hakim juga berpendapat permohonan praperadilan yang mempersoalkan penahanan pun tak beralasan hukum.

Dalam Dalil permohonan Imam menyebut ada cacat hukum pada perintah penahanan lantaran sejumlah pemimpin KPK termasuk Agus Rahardjo saat itu melakukan konferensi pers untuk menyerahkan mandat ke Presiden RI. Kondisi itu, dalam pertimbangan hakim, membuat perintah penahanan juga penyidikan itu penetapannya tak memenuhi syarat kolektif kolegial dan tidak sah.

“Secara de facto pimpinan KPK yang menyatakan mengundurkan diri tersebut masih melaksanakan tugasnya. Menimbang bahwa dari pertimbangan tersebut maka di KPK tidak pernah ada kekosongan pimpinan,” kata hakim Elfian.

Dengan begitu surat perintah penahanan pun sah.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY