Novel Baswedan

Keadilannews.com – Penyidik Komisi Pemberantas Korupasi (KPK) Novel Baswedan mengaku pelaku penyiraman air keras masih bebas berkeliaran, bahkan pelaku juga masih berani mengancamnya. Namun, Novel mengatakan tetap percaya kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus penyerangan yang diterimanya.

Novel Mengatakan “Saya pulang hari pertama dari Singapura masih diancam, pelakunya bilang ada di depan saya. Polisi itu institusi yang baik terhormat, kalau ada kayak gitu kan bisa merusak (nama Polri),” Novel saat ditemui di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ahad (17/6).

Pelaku penyiraman air keras ini terlihat sangat tidak takut akan apa yang diperbuatnya, melihat saat Novel baru satu hari kembali dari Singapura, ia sudah mendapat teror lagi. Bahkan, pelaku teror itu menyebut bahwa dirinya mengawasi Novel dari jarak sangat dekat.

Novel merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga besarnya, mencoba melupakan teror-teror yang pernah dan masih ia dapat. Ia meyakini, dirinya akan tetap aman dalam pengawasan pihak berwajib dan mempercayakan semua pada kepolisian.

Seperti diketahui, Novel Baswedan akhirnya kembali ke Tanah Air pada Kamis (22/2) sejak 10 bulan kasus penyerangan terhadap dirinya. Meskipun sudah kembali ke Tanah Air, Novel Baswedan tidak akan langsung menjalani tugasnya sebagai penyidik KPK karena masih harus menjalani masa pemulihan.

Novel diserang dengan air keras dan kemudian dokter mendiagnosis sekitar 95 persen bagian mata kiri Novel rusak terpapar air keras tersebut. Hingga kini, kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel masih misteri.

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY